Jan 31, 2012

The Pilot's Woman - Dahlian





Kau membuat semuanya terasa mudah.

Kau tak mendesakku untuk langsung percaya - kau menunggu. Kau tak berjanji akan membuat luka di hatiku benar-benar sembuh, tapi kau bersedia menangis dan merasakan sakitnya bersamaku. Tak peduli sebanyak apa aku menyangkal arti dirimu, kau tetap disini bersamaku.

Aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu. Aku tak bisa membayangkan hari-hari tanpa senyumanmu. Bagaimana rasanya hidup tanpa suara tawamu? Aku tak tahu. Aku tak ingin tahu.

Jadi, beri aku sedikit waktu.

Aku akan berusaha semampuku sampai bisa mencintaimu sebesar kau mencintaiku.

Sedikit waktu lagi sampai aku layak mendapatkanmu....


Apa rasanya menjadi yang terbuang??
Seorang yang dulu nya tampan dan gagahnya. Seseorang yang selalu bisa diandalkan, kini hanya bisa mengandalkan kursi roda, tidak bisa melakukan apa-apa. Di tinggalkan oleh tunangannya, tidak pernah di kunjungi oleh keluarganya lagi. Hanya penyesalan di hatinya, seandainya saja kecelakaan itu merenggut nyawanya, maka dia tidak perlu merasa seperti sekarang ini.

Namun perhatian seorang perawat lah yang membuat hidupnya kembali berwarna, membuatnya kembali memiliki arti hidup. Bukan kah cinta selalu punya cara sendiri untuk membuatmu menjadi lebih bahagia?

Novel ini sangat menyentuh, Dahlian menulisnya dengan sepenuh hati dan terlihat sekali dia tidak sembarangan dalam menulis. Sudut pandang dari kedua tokoh benar-benar menggambarkan isi hati dari tokoh-tokoh tersebut. 

Adegan tiap adegannya juga tergambar dengan baik, baru kali ini aku ngebaca karya anak bangsa yang bisa bikin aku tereyuh.. lebai :))

Tapi aku ngak segan-segan kasih bintang empat untuk novel ini, awalnya aku kira ni novel tipis, setelah di baca baru kerasa tebal. haha.


No comments:

Post a Comment