Jan 8, 2013

Peluang Kedua - Agnes Jessica


 



“Kau mau bertaruh?”
“Tentu saja. Sebutkan apa taruhannya!”

Alex memandang Inez dengan tatapan menilai, lalu berpikir-pikir sebelum akhirnya berbicara, “Kau bekerja untukku selama satu bulan. Dalam satu bulan itu kau harus mencapai hasil yang memuaskan. Katakanlah kau harus berhasil mencapai sesuatu yang luar biasa, seperti punya uang dalam jumlah besar, menjadi sesuatu yang diimpikan banyak orang atau apa saja, maka kau menang.”

Inez Amrez adalah seorang penyanyi terkenal yang terlibat kehidupan hedonis. Ia pemakai narkoba, pemabuk, penganut kehidupan seks bebas, dan berbagai kehidupan lain yang tak benar. Lalu ia mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan mabuk, dan meninggal.

Tapi ia diberi kesempatan kedua untuk hidup kembali dalam diri seorang gadis lugu bernama Anis. Dan ia harus memulai kehidupannya dari awal lagi, karena berbeda dengan dirinya dulu, Anis berprofesi sebagai seorang pembantu. Tapi apa daya, ia kembali bertemu dengan orang-orang di kehidupannya terdahulu, sehingga kini ia mengerti siapa yang benar-benar menyayanginya, dan siapa orang-orang yang tidak bersedih atas kematiannya.

Bertaruh dengan seseorang, ia kembali memulai kariernya dari nol dan membuktikan bahwa dirinya juga bisa menjadi orang berguna tanpa bantuan orang lain. Sayang ia kalah bertaruh hati, karena ia jatuh hati pada si penantang.
Membaca ulang novel lama memang tidak ada salahnya, kan? Lagian saya juga belum pernah menulis resensi novel ini. Berhubung penulisnya adalah penulis favorit saya, saya memutuskan untuk membaca ulang novel ini.

Inez adalah sosok yang hebat, selain karena dia adalah artis yang terkenal, dia juga gadis yang cerdas. Hanya sayangnya cara hidupnya tidak layak untuk di tiru. Sangat jauh dari kata layak. Berganti pacar seperti mengganti baju, mabuk menjadi hal yang biasa. 

Kematian Inez yang dikabarkan karena mabuk sehingga menabrak pohon dan meninggal, ternyata memberikannya kesempatan kedua. Kesempatan untuk memperbaiki diri. Sayangnya kehidupannya yang baru ini sangat jauh dari kehidupan glamor. Parahnya dia harus jadi pembantu.

Untunglah dia bertemu dengan majikan yang baik juga tampan. Sayangnya, sang majikan itu berniat untuk menjual rumah, tempat Inez bekerja. Mau tak mau Inez harus mutar otak demi bisa tetap mendapatkan pekerjaan. Itulah alasan Inez menantang majikannya. 

Sejak setuju dengan taruhan mereka, kehidupan Inez pun beranjak lebih baik. Mulai dari 0, dia pun membangun karirnya kembali. 

Suatu hari dia bertemu dengan Alex yang sedang berdua dengan kekasihnya yang bule, sejak hari itu Inez sadar bahwa dia sudah kalah taruhan dengan dirinya sendiri.

Walaupun saya sudah lebih dari satu kali membaca buku ini, tapi rasanya tetap menyenangkan membacanya.. :)

Empat bintang untuk novel ini..



No comments:

Post a Comment