Jul 31, 2013

Roma: Con Amore - Robin Wijaya





Penulis: Robin Wijaya
Tebal: 384 halaman
Penerbit: Gagas Media pada Februari 2013
Pembaca tersayang,
Banyak jalan menuju Roma. Banyak cerita berujung cinta. Robin Wijaya, penulis novel Before Us dan Menunggu mempersembahkan cerita cinta dari Kota Tujuh Bukit.

Leonardo Halim, pelukis muda berbakat Indonesia, menyaksikan perempuan itu hadir. Sosok yang datang bersama cahaya dari balik sela-sela kaca gereja Saint Agnes. Hangatnya menorehkan warna, seperti senja yang merekah merah di langit Kota Roma. Namun, bagaimana jika ia juga membawa luka?

Leo hanya ingin menjadi cahaya, mengantar perempuan itu menembus gelap masa lalu. Mungkinkah ia percaya? Sementara sore itu, di luar ruang yang dipenuhi easel, palet, dan kanvas, seseorang hadir untuk rindu yang telah menunggu.

Setiap tempat punya cerita. Roma seperti sebuah lukisan yang bicara tanpa kata-kata.

Enjoy the journey,

EDITOR

Keduanya sudah saling memiliki kekasih, keduanya berasal dari Indonesia, dan keduanya memiliki tujuannya tersendiri ke Roma.


Suatu ketika keduanya bertemu karena adanya kesalahpahaman. Pertemuan pertama terkesan biasa, namun masih membekas.
***

Keduanya bertemu lagi, kali ini tidak di Roma, tapi di Bali. Keduanya sedang menggelar acara. Yang satu acara pernikahan dan yang lain acara pameran.
Bali yang selalu membawa nuansa cinta yang membuat kedua manusia itu berubah menjadi magnet dengan kutub yang berbeda.
“Setiap orang punya ruang dan tempat tersendiri. Mereka yang pergi dan datang tak akan pernah bisa saling menggantikan” 
***
Kembali ke Roma, keduanya pun semakin sering menghabiskan waktu bersama menyusuri setiap sudut Roma. Bercerita tentang kenangan masing-masing, baik yang baik atau yang buruk. 

Dari sinilah semuanya berawal dan berakhir. Ketika keduanya menyadari rasa ketertarikan mereka, kekasih mereka muncul secara tiba-tiba. Lalu apakah mereka akan meninggalkan cinta terdahulu mereka demi perasaan mereka yang sekarang?
 “Aku hanya perlu satu. Keberadaanmu. Di sisiku...”

Ini adalah buku pertama dari penulis ini yang saya baca. Dan harus diakui membaca tulisan pria dan dari sudut pandang pria merupakan pengalaman yang menarik. Tapi karena ini novel romance, peran tokoh pria nya jelas tipe pria yang penuh perasaan. Sejujurnya jenis pria seperti ini sedang saya jauhi, rasanya kurang menantang. hihihi..

Sebaliknya, saya suka dengan watak tokoh wanitanya. Pemberani dan pembangkang. Rasanya mereka seperti dua orang yang saling melengkapi. Cucok boo..

Mau kasih bintang lima, tapi rasanya saya masih belum tergerak untuk mengoleksi buku ini. But this is a nice book. You can have Roma experience and love experience in the same time.




No comments:

Post a Comment