May 14, 2012

If I Stay & Where She Went - Gayle Forman


as


Jika Aku Tetap Di Sini  (If I Stay)

    Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh musik dan pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya.

    Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya---keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.

Setelah Dia Pergi (Where She Went) — lanjutan Jika Aku Tetap Di Sini


    Tiga tahun sudah berlalu sejak cinta Adam menyelamatkan Mia setelah kecelakaan yang memorakporandakan hidup gadis itu...dan tiga tahun sejak Mia pergi dari kehidupan Adam untuk selamanya.Sekarang Mia bintang muda sekolah musik klasik Juilliard dan Adam bintang rock terkenal. Ketika Adam terjebak di New York sendirian, takdir mempertemukan mereka lagi, untuk satu malam terakhir. Sambil menjelajahi kota yang sekarang menjadi rumah Mia, Adam dan Mia kembali mengunjungi masa lalu dan membuka hati untuk masa depan—serta satu sama lain.


"Tidak apa-apa. Kalau kau mau pergi. Semua orang ingin kau tinggal. Aku ingin kau tinggal lebih dari apa-pun yang kuinginkan di dunia ini. Tapi itu kemauanku dan aku bisa mengerti mungkin itu bukan kemauanmu. Maka aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku mengerti jika kau pergiTidak apa-apa kalau kau harus meninggalkan kami. Tidak apa-apak kalau kau ingin berhenti berjuang." Gramps (If I Stay, 151-152)

"Tinggallah.... Maksudku, aku tahu hidupmu sekarang memang sudah kacau, tidak peduli apa yang terjadi, selamanya. Dan aku tidak cukup tolol untuk berfikir aku bisa membetulkan semua itu, berpikir pada ada yang bisa melakukannya. Tapi aku tidak bisa membayangkan dirimu tidak menjadi tua, punya anak, kuliah di Juilliard, memainkan cello di depan penonton... Jika kau tinggal, aku akan melakukan apa saja yang kau inginkan. Aku akan berhenti main band, pergi bersamamu ke New York. Tapi jika kau ingin aku menghilang, aku juga akan melakukan itu... Aku sanggup kehilangan kau seperti itu asalkan aku tidak perlu kehilangan dirimu di hari ini. Aku akan melepaskanmu. Jika kau tetaip hidup." Adam (If I Stay, 191-192)

Mia Hall kehilangan keluarganya dalam sebuah kecelekaan, dan kini dia hanya punya dua pilihan. Hidup atau mati? Hidup dengan fakta bahwa dia telah kehilangan keluarganya, atau mati dan meninggalkan pria yang paling dia cintai.

Adam, sangat mencintai Mia dan mungkin itu lah yang Adam rela melakukan apa pun agar Mia tetap hidup. Dan Adam menang. Mia memang hidup. Tapi Adam harus membayar janjinya. Karena walaupun Mia tetap hidup, namun dia memilih untuk meninggalkan Adam.

Satu hal yang paling menarik dalam novel ini, adalah bagian penulis mengisahkan tentang percintaan Mia dan Adam. Tidak seperti gaya biasanya yang cenderung terkesan hot, tapi kalau baca kata-kata di bawah ini, rasanya jadi pengen melayang. Hahaha

"Dia memetik nada di atas dadaku.. Dia menggunakan bagian atas tubuhku sebagai gagang gitar... Dia memetik dada dan perutku. Ketika dia terus bermain, energinya meningkat; garpu tala sekarang bergetar tak terkendali. Dan ketika aku merasa takkan mampu menahan lagi, pusaran sensasi berubah menjadi crescendo memabukkan, membuat getaran setiap saraf dalam diriku memuncak. " - Mia (If I Stay, 56-55)
Pada novel keduanya, sebenarnya ceritanya seperti kisah satu malam. Karena sesungguhnya semuanya hanya berlangsung satu malam. Malam ketika Adam menghadiri resistal pertama Mia Hall. Dan di situ lah mereka mulai saling berbagi kisahnya. Bercerita tentang masa lalunya, dan berupaya untuk merancang masa depannya. :)


"Kau terlalu sibuk menjadi penyelamatku sampai-sampai kau meninggalkanku sendiri" 
Mia (Where She Went, 167)

"Aku tahu mereka cuma foto, tapi pada saat-saat tertentu, mereka sangat membantuku bangkit pada pagi hari." 
Mia (Where She Went, 201)

" Kau tahu, aku sering memikirkan itu dua tahun ini, tentang siapa yang menemanimu, Siapa yang memegang tanganmu ketika kau meratapi semua yang lenyap darimu? Sekarang giliranku yang merawatmu
Mia (Where She Went, 219-220)

Perbedaan paling mencolok antara dua novel yang sama-sama memakai tokoh 'AKU' adalah pada letak siapa 'AKU'-nya? Pada novel pertama sang AKU adalah Mia sebaliknya AKU di novel ke dua adalah Adam. Keduanya saling meneriakkan rasa frustasi mereka, rasa sedih dan juga cinta.

Kalau aku boleh jujur, novel ini layak di angkat jadi layar lebar. Lagu collateral damage ada yang benerannya gak sih? Aku pengen dengar, abisnya lirik di novel ke duanya bagus dan menyanyat hati boo.. :)

No comments:

Post a Comment